Arsip Tag: pasar modal

Kakak Beradik Menangi Juta-an Dolar Main Poker di Internet

Kakak Beradik Menangi Juta-an Dolar Main Poker di Internet

Kakak Beradik Menangi Juta-an Dolar Main Poker di Internet, Kakak beradik turunan Vietnam jadikan permainan poker di Internet selaku karier dan memenangi juta-an dolar.

Habiskan seluruh tabungan untuk taruhan kartu adalah hal yang mengerikan beberapa orang. Tetapi untuk kakak beradik Dang, bertaruh dengan uang beberapa ratus ribu atau bahkan juga juta-an dollar dalam permainan poker di Internet telah seperti pekerjaan. “Ini bukanlah judi, tetapi lebih ke kegiatan rutin,” tutur Di, si abang. “Permainannya perlu taktik dan berdasar angka. Kami taruhan semestinya beberapa orang melakukan investasi dalam real estate atau pasar modal. Mereka beli banyak dan memperoleh 55 sampai 60 % dari investasi. Untuk periode panjang, kemenangan itu akan tutupi kekalahan dan malahan untung. Kami menang 55 sampai 60 % dari permainan kami.”

Ke-2 saudara turunan Vietnam itu mulai bermain poker daring (online) saat masih kuliah di jalur tehnik Kampus Virginia. Taruhan awalnya masih sedikit, sampai mereka selanjutnya sadar jika mereka cukup mengusai memainkan.

Menurutnya, waktu untuk masuk ke dunia poker ini benar-benar cocok. Waktu mereka mulai, permainan poker di Internet masih lumayan baru, ekonomi sedang baik, dan banyak “ikan”, atau arti poker berkenaan seorang yang tidak demikian mengusai bermain tetapi berani mempertaruhkan uangnya. “Kami tidak tahu apakah yang kami kerjakan,” tutur Di, yang menggunakan alias “urindanger” ketika bermain. “Kami mempunyai background matematika yang kuat, kami benar-benar bersaing dan kami senang taktik. Kami pilih untuk bermain poker di saat luang kami.”

Awalannya mereka buka account berisi 200 dolar Amerika, dan langsung kalah. Selanjutnya mereka memutus coba bertaruh 200 dolar dan “tak pernah stop semenjak itu,” tutur Hac, yang menggunakan nama “trex313” di dunia judi daring. ​Sifat bersaing mereka pada keduanya menggerakkan mereka untuk bermain lebih bagus. “Kami mendapatkan 10 dolar /jam dari bermain poker. Diawali hasilkan 15 dolar, dan itu membuat saya pengin lebih bagus, dan demikian selanjutnya, menggelinding seperti bola salju,” tutur Hac.

Walau bersaing, kakak beradik yang disebut selebriti di dunia poker daring, kumpulkan uang kemenangan hingga dapat bertaruh semakin banyak. Bekerja sama, ke-2 nya hasilkan uang lebih beberapa dari rekan kuliah yang bekerja separuh waktu jadi pelayan, misalkan. Dan uang kemenangan lagi menimbun. Mendadak saja uang di rekening bank mereka telah capai 100.000 dolar. Pada satu berlibur musim semi, mereka memenangi 40.000 dolar dan selekasnya saja uang mereka terkumpul 500.000 dolar.

Ke-2 nya akui poker mengusik kuliah mereka. Di membutuhkan lima tahun untuk lulus, atau satu tahun semakin lama dari semestinya, dan Hac nyaris tidak lulus satu mata kuliah yang dia butuhkan untuk lulus on time. Abang adik itu menjelaskan jika Tahun Baru Cina adalah penggerak paling besar untuk kesayangan mereka pada judi. “Bila Tahun Baru Cina tidak ada, saya anggap beberapa orang Asia tidak begitu senang judi,” tutur Hac. “Waktu kami kecil, kami belajar bermain blackjack, bertaruh uang receh dan dolar, dan senangnya bukan main bila kami menang beberapa dolar. Tiada itu seluruh, peluang kami jadi pemain poker professional menyusut 50 %.”

Walau belajar taruhan dari lingkungan keluarga, ke-2 orang-tua mereka, yang berimigrasi ke Amerika Serikat dari Vietnam pada 1975, tidak memberikan dukungan keputusan mereka untuk jadikan poker selaku karier.

“Di umumnya keluarga Asia, tentu ada satu paman yang hilangkan uangnya sebab bermain blackjack atau beli ticket lotto,” tutur Hac. “Saat orang-tua kami dengar jika kami bermain poker pada waktu senggang kami, ayah kami menjelaskan, ‘Saya tidak kirim kalian kuliah di sini untuk bermain poker. Saya mengirim kalian kuliah agar kalian mendapatkan gelar, bekerja dan hidup lebih bagus. Saya tidak mau kalian buang uang untuk taruhan. Kalian dapat lakukan itu tak perlu punyai gelar.'” Ayah mereka larang mereka bermain di dalam rumah, jadi mereka ke cafe Internet untuk bermain.

Keluarga besar mereka juga tidak suka dengan rutinitas itu. Tidak lama sesudah lulus kuliah, kakak beradik itu tiba ke satu tatap muka keluarga dan mendapatkan beberapa pertanyaan berkenaan apa yang akan mereka kerjakan sesudah lulus. Saat mereka menjelaskan jika mereka akan taruhan secara professional, beberapa famili memandang opsi itu tidak bagus.

Tetapi selanjutnya orang-tua dan keluarga besar mereka pahami, mungkin sebab sebenarnya Hac dan Di benar-benar mengusai dalam lakukan pekerjaan mereka. Ke-2 nya membelikan orang-tua mereka rumah di tepian Virgnia, Washington DC, dan satu rumah kembali untuk kakek dan nenek mereka. Uang hasil bermain poker itu memungkinkannya si ayah untuk pensiun awal selaku karyawan negeri. “Rasa-rasanya suka sebab orang-tua kami sudah bekerja benar-benar keras untuk keluarga,” tutur Di.

Sesaat ke-2 nya masih mengusai bermain poker, ada pertanda jika mereka kemungkinan stop.
Salah satunya factornya ialah sebab judi Internet mulai tidak boleh di Amerika. Pada 2006, Konferensi loloskan Undang-Undang Anti Judi Internet (Unlawful Internet Gambling Enforcement Act), yang anggota batas yang ketat untuk judi daring. Pada April 2011, pemerintahan tutup tiga website poker terpopuler di dunia.

Ini menggerakkan ke-2 saudara itu untuk tinggal di Vancouver, Kanada, di mana Hac kerap pergi untuk bermain poker daring. Di kerap melancong ke pusat perjudian Asia di Macau, dan ke-2 nya secara teratur berkunjung Las Vegas.

Kritis ekonomi membuat jumlah uang kemenangan menyusut, tutur abang adik itu. Disamping itu, bersamaan bertumbuhnya permainan, tidak banyak “ikan” di laut, dan bekasnya ialah pejudi-pejudi trampil yang membuat ke-2 bersaudara itu semakin susah memenangi uang dengan skala besar. “Hari-hari dengan kemenangan juta-an dolar jarang ada saat ini,” tutur Di.

, Kakak beradik turunan Vietnam jadikan permainan poker di Internet selaku karier dan memenangi juta-an dolar.

Habiskan seluruh tabungan untuk taruhan kartu adalah hal yang mengerikan beberapa orang. Tetapi untuk kakak beradik Dang, bertaruh dengan uang beberapa ratus ribu atau bahkan juga juta-an dollar dalam permainan poker di Internet telah seperti pekerjaan. “Ini bukanlah judi, tetapi lebih ke kegiatan rutin,” tutur Di, si abang. “Permainannya perlu taktik dan berdasar angka. Kami taruhan semestinya beberapa orang melakukan investasi dalam real estate atau pasar modal. Mereka beli banyak dan memperoleh 55 sampai 60 % dari investasi. Untuk periode panjang, kemenangan itu akan tutupi kekalahan dan malahan untung. Kami menang 55 sampai 60 % dari permainan kami.”

Ke-2 saudara turunan Vietnam itu mulai bermain poker daring (online) saat masih kuliah di jalur tehnik Kampus Virginia. Taruhan awalnya masih sedikit, sampai mereka selanjutnya sadar jika mereka cukup mengusai memainkan.

Menurutnya, waktu untuk masuk ke dunia poker ini benar-benar cocok. Waktu mereka mulai, permainan poker di Internet masih lumayan baru, ekonomi sedang baik, dan banyak “ikan”, atau arti poker berkenaan seorang yang tidak demikian mengusai bermain tetapi berani mempertaruhkan uangnya. “Kami tidak tahu apakah yang kami kerjakan,” tutur Di, yang menggunakan alias “urindanger” ketika bermain. “Kami mempunyai background matematika yang kuat, kami benar-benar bersaing dan kami senang taktik. Kami pilih untuk bermain poker di saat luang kami.”

Awalannya mereka buka account berisi 200 dolar Amerika, dan langsung kalah. Selanjutnya mereka memutus coba bertaruh 200 dolar dan “tak pernah stop semenjak itu,” tutur Hac, yang menggunakan nama “trex313” di dunia judi daring. ​Sifat bersaing mereka pada keduanya menggerakkan mereka untuk bermain lebih bagus. “Kami mendapatkan 10 dolar /jam dari bermain poker. Diawali hasilkan 15 dolar, dan itu membuat saya pengin lebih bagus, dan demikian selanjutnya, menggelinding seperti bola salju,” tutur Hac.

Walau bersaing, kakak beradik yang disebut selebriti di dunia poker daring, kumpulkan uang kemenangan hingga dapat bertaruh semakin banyak. Bekerja sama, ke-2 nya hasilkan uang lebih beberapa dari rekan kuliah yang bekerja separuh waktu jadi pelayan, misalkan. Dan uang kemenangan lagi menimbun. Mendadak saja uang di rekening bank mereka telah capai 100.000 dolar. Pada satu berlibur musim semi, mereka memenangi 40.000 dolar dan selekasnya saja uang mereka terkumpul 500.000 dolar.

Ke-2 nya akui poker mengusik kuliah mereka. Di membutuhkan lima tahun untuk lulus, atau satu tahun semakin lama dari semestinya, dan Hac nyaris tidak lulus satu mata kuliah yang dia butuhkan untuk lulus on time. Abang adik itu menjelaskan jika Tahun Baru Cina adalah penggerak paling besar untuk kesayangan mereka pada judi. “Bila Tahun Baru Cina tidak ada, saya anggap beberapa orang Asia tidak begitu senang judi,” tutur Hac. “Waktu kami kecil, kami belajar bermain blackjack, bertaruh uang receh dan dolar, dan senangnya bukan main bila kami menang beberapa dolar. Tiada itu seluruh, peluang kami jadi pemain poker professional menyusut 50 %.”

Walau belajar taruhan dari lingkungan keluarga, ke-2 orang-tua mereka, yang berimigrasi ke Amerika Serikat dari Vietnam pada 1975, tidak memberikan dukungan keputusan mereka untuk jadikan poker selaku karier.

“Di umumnya keluarga Asia, tentu ada satu paman yang hilangkan uangnya sebab bermain blackjack atau beli ticket lotto,” tutur Hac. “Saat orang-tua kami dengar jika kami bermain poker pada waktu senggang kami, ayah kami menjelaskan, ‘Saya tidak kirim kalian kuliah di sini untuk bermain poker. Saya mengirim kalian kuliah agar kalian mendapatkan gelar, bekerja dan hidup lebih bagus. Saya tidak mau kalian buang uang untuk taruhan. Kalian dapat lakukan itu tak perlu punyai gelar.'” Ayah mereka larang mereka bermain di dalam rumah, jadi mereka ke cafe Internet untuk bermain.

Keluarga besar mereka juga tidak suka dengan rutinitas itu. Tidak lama sesudah lulus kuliah, kakak beradik itu tiba ke satu tatap muka keluarga dan mendapatkan beberapa pertanyaan berkenaan apa yang akan mereka kerjakan sesudah lulus. Saat mereka menjelaskan jika mereka akan taruhan secara professional, beberapa famili memandang opsi itu tidak bagus.

Tetapi selanjutnya orang-tua dan keluarga besar mereka pahami, mungkin sebab sebenarnya Hac dan Di benar-benar mengusai dalam lakukan pekerjaan mereka. Ke-2 nya membelikan orang-tua mereka rumah di tepian Virgnia, Washington DC, dan satu rumah kembali untuk kakek dan nenek mereka. Uang hasil bermain poker itu memungkinkannya si ayah untuk pensiun awal selaku karyawan negeri. “Rasa-rasanya suka sebab orang-tua kami sudah bekerja benar-benar keras untuk keluarga,” tutur Di.

Sesaat ke-2 nya masih mengusai bermain poker, ada pertanda jika mereka kemungkinan stop.
Salah satunya factornya ialah sebab judi Internet mulai tidak boleh di Amerika. Pada 2006, Konferensi loloskan Undang-Undang Anti Judi Internet (Unlawful Internet Gambling Enforcement Act), yang anggota batas yang ketat untuk judi daring. Pada April 2011, pemerintahan tutup tiga website poker terpopuler di dunia.

Ini menggerakkan ke-2 saudara itu untuk tinggal di Vancouver, Kanada, di mana Hac kerap pergi untuk bermain poker daring. Di kerap melancong ke pusat perjudian Asia di Macau, dan ke-2 nya secara teratur berkunjung Las Vegas.

Kritis ekonomi membuat jumlah uang kemenangan menyusut, tutur abang adik itu. Disamping itu, bersamaan bertumbuhnya permainan, tidak banyak “ikan” di laut, dan bekasnya ialah pejudi-pejudi trampil yang membuat ke-2 bersaudara itu semakin susah memenangi uang dengan skala besar. “Hari-hari dengan kemenangan juta-an dolar jarang ada saat ini,” tutur Di.